hubungan posisi meneran dengan kejadian ruptur perineum pada ibu bersalin di praktik mandiri bidan kota pekanbaru
mirawati, P032015301026 (2021) hubungan posisi meneran dengan kejadian ruptur perineum pada ibu bersalin di praktik mandiri bidan kota pekanbaru. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Riau.
abstrak.pdf
Download (294kB)
bab 1.pdf
Restricted to Registered users only
Download (305kB)
bab II.pdf
Restricted to Registered users only
Download (432kB)
bab III.pdf
Restricted to Registered users only
Download (190kB)
bab IV.pdf
Restricted to Registered users only
Download (304kB)
bab V.pdf
Restricted to Registered users only
Download (322kB)
bab VI.pdf
Restricted to Registered users only
Download (284kB)
cover.pdf
Download (196kB)
daftar isi.pdf
Download (184kB)
daftar pustaka.pdf
Download (395kB)
kata pengantar.pdf
Download (291kB)
Lampiran SKRIPSI.pdf
Download (2MB)
LEMBAR PENGESAHAN PINK.pdf
Download (349kB)
Abstract
KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES RIAU
PROGRAM STUDI DIV KEBIDANAN
SKRIPSI, MEI 2021
MIRAWATI
HUBUNGAN POSISI MENERAN DENGAN KEJADIAN RUPTUR PERINEUM PADA IBU BERSALIN DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN KOTA PEKANBARU
viii + 30 Halaman + 4 Tabel + 2 Bagan + 16 Lampiran
ABSTRAK
Kejadian ruptur perenium penyebab kedua tersering dari pendarahan setelah atonia uteri. Ruptur perineum disebabkan oleh beberapa faktor salah satunya adalah posisi meneran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan posisi meneran dengan kejadian ruptur perineum. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif desain observasional, yang dilakukan pada bulan Januari- Mei 2021 di praktik mandiri bidan kota Pekanbaru. Populasi pada penelitian ini adalah semua ibu bersalin yang akan mengalami proses persalinan normal (fisiologis) di praktik mandiri Henni Afrina dan Klinik Taman Sari pada bulan Maret – April 2021 yang berjumlah 37 orang. Sampel pada penelitian ini adalah 37 ibu bersalin diambil dengan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi dengan instrumen lembar observasi. Analisis data menggunakan uji chi-square pada derajat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 45,9% ibu bersalin mengalami ruptur perineum, posisi meneran terbanyak adalah berbaring miring yaitu 57%, kejadian ruptur perineum terbanyak pada posisi meneran setengah duduk (88,9%) yang paling sedikit posisi berbaring miring yaitu 19%. Ada hubungan posisi meneran dengan kejadian ruptur perineum (p =0,02). Di sarankan kepada bidan yang membantu ibu bersalin dapat memberikan alternative posisi yang menguntungkan bagi pasien dalam persalinan yaitu posisi berbaring miring untuk memperkecil kejadian ruptur perineum.
.
Kata Kunci : Posisi Meneran, Ruptur Perineum, Ibu Bersalin
Daftar Bacaan : 22 Referensi (2005-2020)
| Dosen Pembimbing: | UNSPECIFIED |
|---|---|
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
| Uncontrolled Keywords: | Posisi Meneran, Ruptur Perineum, Ibu Bersalin |
| Subjects: | L Education > L Education (General) |
| Depositing User: | jurusan kebidanan pkr |
| Date Deposited: | 13 Jul 2021 04:47 |
| Last Modified: | 13 Jul 2021 04:47 |
| URI: | https://repository.pkr.ac.id/id/eprint/1798 |
