Tingkat Kesukaan dan Kadar Serat Kasar pada Cookies dengan Penambahan Bonggol Nanas (Ananas Comosus)
Syahrani Fadillah Hanum, P031913411077 (2022) Tingkat Kesukaan dan Kadar Serat Kasar pada Cookies dengan Penambahan Bonggol Nanas (Ananas Comosus). Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Riau.
COVER.pdf
Download (195kB)
ABSTRAK (INDONESIA-INGGRIS).pdf
Download (192kB)
LEMBAR PENGESAHAN.pdf
Download (516kB)
KATA PENGANTAR.pdf
Download (446kB)
DAFTAR ISI.pdf
Download (659kB)
BAB I. PENDAHULUAN.pdf
Restricted to Registered users only
Download (318kB)
BAB II TINJAUAN PUSTAKA.pdf
Restricted to Registered users only
Download (512kB)
BAB III METODE PENELITIAN.pdf
Restricted to Registered users only
Download (673kB)
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN.pdf
Restricted to Registered users only
Download (378kB)
BAB V PENUTUP.pdf
Restricted to Registered users only
Download (189kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (416kB)
LAMPIRAN.pdf
Download (2MB)
Abstract
Masalah gizi obesitas umumnya disebabkan kurangnya asupan serat. Serat memiliki efek positif bagi sistem metabolisme tubuh manusia. Salah satu buah yang terkenal dengan kandungan seratnya adalah nanas. Nanas merupakan buah-buahan yang banyak mengandung serat dengan jumlah 1,4 gram/100 gram, selain itu nanas juga merupakan buah-buahan yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia akan tetapi hanya bagian daging buahnya saja yang dimanfaatkan sedangkan bagian bonggol dan kulitnya hanya menjadi limbah buangan saja yang belum banyak dimanfaatkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kesukaan panelis terhadap rasa, warna, tekstur dan aroma pada cookies dengan penambahan bonggol nanas.
Penelitian ini bersifat eksperimental yang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan. Adapun perlakuannya terdiri dari 4 perlakuan dengan 1 perlakuan kontrol yaitu cookies tanpa bonggol nanas (F0), 63% bonggol nanas (F1), 75% bonggol nanas (F2), 88% bonggol nanas (F3) dan 100% bonggol nanas (F4). Penelitian ini mengukur tingkat kesukaan terhadap rasa, warna, tekstur dan aroma dengan panelis agak terlatih sebnayak 25 orang. Formulasi cookies terpilih diuji serat kasar dengan metode foss analytic. Analisa data menggunakan one way anova, apabila ditemukan perbedaan nyata maka dilakukan uji lanjut Duncan.
Hasil penelitian lanjutan didapatkan hasil uji organoleptik pada cookies bonggol nanas F1 lebih disukai dari pada F0, F2, F3 dan F4. Kadar air cookies bonggol nanas pada perlakuan F0, F1, F2, F3 dan F4 adalah 4,51%, 4,56%, 5,73% dan 6,16% kadar air tersebut telah memenuhi SNI 2973:2011, sedangkan nilai kadar serat pada cookies bonggol nanas F0 dan F1 adalah 4,9020% dan 11,7647%.
| Dosen Pembimbing: | UNSPECIFIED |
|---|---|
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
| Uncontrolled Keywords: | Masalah Gizi Obesitas, Serat, Bonggol Nanas, Cookies |
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Depositing User: | Mahasiswa Gizi Polkesri |
| Date Deposited: | 21 Jul 2022 03:39 |
| Last Modified: | 21 Jul 2022 03:39 |
| URI: | https://repository.pkr.ac.id/id/eprint/2738 |
