ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN STROKE NON HEMORAGIK DI RSUD ARIFIN ACHMAD PEKANBARU
NATASYA RAHMI PUTRI, P032314401120 (2026) ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN STROKE NON HEMORAGIK DI RSUD ARIFIN ACHMAD PEKANBARU. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Riau.
Cover_Natasya Rahmi Putri_P032314401120_DIII Keperawatan_2026.pdf
Download (2MB)
Abstrak_Natasya Rahmi Putri_P032314401120_DIII Keperawatan_2026.pdf
Download (146kB)
BAB I_Natasya Rahmi PutriI_P032314401120_DIII Keperawatan_2026.pdf
Restricted to Registered users only
Download (224kB)
BAB II_Natasya Rahmi PutriI_P032314401120_DIII Keperawatan_2026.pdf
Restricted to Registered users only
Download (539kB)
BAB III_Natasya Rahmi Putri_P032314401120_DIII Keperawatan_2026.pdf
Restricted to Registered users only
Download (203kB)
BAB IV_Natasya Rahmi Putri_P032314401120_DIII Keperawatan_2026.pdf
Restricted to Registered users only
Download (433kB)
BAB V_Natasya Rahmi Putri_P032314401120_DIII Keperawatan_2026.pdf
Restricted to Registered users only
Download (171kB)
Daftar Pustaka_Natasya Rahmi Putri_P032314401120_DIII Keperawatan_2026.pdf
Download (202kB)
Lampiran_Natasya Rahmi Putri_P032314401120_DIII Keperawatan_2026.pdf
Restricted to Registered users only
Download (6MB)
Abstract
Stroke non hemoragik merupakan gangguan neurologis akibat terhambatnya aliran darah ke otak yang dapat menyebabkan berbagai komplikasi, salah satunya gangguan mobilitas fisik. Gangguan ini mengakibatkan keterbatasan kemampuan pasien dalam melakukan aktivitas sehari-hari sehingga memerlukan asuhan keperawatan yang tepat. Tujuan studi kasus ini adalah untuk memberikan gambaran pelaksanaan asuhan keperawatan pada pasien stroke non hemoragik dengan gangguan mobilitas fisik. Studi kasus dilakukan pada tanggal 17 April 2026 sampai dengan 20 April 2026 di Ruang Krisan RSUD Arifin Achmad Pekanbaru dengan menggunakan metode deskriptif melalui pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Hasil pengkajian menunjukkan pasien mengalami kelemahan pada kedua tungkai bawah, tidak mampu berjalan secara mandiri, bicara pelo, dan keterbatasan aktivitas sehari-hari. Diagnosa keperawatan yang ditegakkan yaitu gangguan mobilitas fisik, risiko perfusi serebral tidak efektif, dan defisit perawatan diri. Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama empat hari, masalah gangguan mobilitas fisik belum teratasi sepenuhnya, namun terdapat peningkatan kemampuan mobilisasi di tempat tidur dan kemampuan duduk pasien. Disarankan agar latihan Range of Motion (ROM) dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan keluarga untuk mendukung pemulihan fungsi mobilitas pasien.
Kata kunci: Stroke non hemoragik, gangguan mobilitas fisik, asuhan keperawatan, latihan ROM.
| Dosen Pembimbing: | R. Sakhnan, S.KM., M.Kes, 196406091989031003 and Husnan, S.Kep., M.KM, 196505101985031008 and Ns. Usraleli, S.Kep., M.Kep, 197407252002122003 and Ns. Rusherina, S.Pd., S.Kep., M.Kes, 196504241988032002 |
|---|---|
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
| Uncontrolled Keywords: | Stroke non hemoragik, gangguan mobilitas fisik, asuhan keperawatan, latihan ROM. |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | D3 Keperawatan |
| Depositing User: | Keperawatan 2025 |
| Date Deposited: | 29 Jul 2026 08:50 |
| Last Modified: | 29 Jul 2026 08:50 |
| URI: | https://repository.pkr.ac.id/id/eprint/6579 |
