Gambaran Praktik Pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) Pada Balita Usia 6-23 Bulan Di Kota Pekanbaru (Analisis Data Perencanaan Program Gizi 2025)
Salwa, P032313411090 (2026) Gambaran Praktik Pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) Pada Balita Usia 6-23 Bulan Di Kota Pekanbaru (Analisis Data Perencanaan Program Gizi 2025). Diploma thesis, poltekkes kemenkes riau.
Cover_Salwa_P032313411090_Gizi_2026.pdf
Download (345kB)
Abstrak_Salwa_P032313411090_Gizi_2026.pdf
Download (153kB)
Bab I_Salwa_P032313411090_Gizi_2026.pdf
Restricted to Registered users only
Download (207kB)
Bab II_Salwa_P032313411090_Gizi_2026.pdf
Restricted to Registered users only
Download (318kB)
Bab III_Salwa_P032313411090_Gizi_2026.pdf
Restricted to Registered users only
Download (202kB)
Bab IV_Salwa_P032313411090_Gizi_2026.pdf
Restricted to Registered users only
Download (230kB)
Bab V_Salwa_P032313411090_Gizi_2026.pdf
Restricted to Registered users only
Download (235kB)
Bab VI_Salwa_P032313411090_Gizi_2026.pdf
Restricted to Registered users only
Download (188kB)
Daftar Pustaka_Salwa_P032313411090_Gizi_2026.pdf
Download (195kB)
Lampiran_Salwa_P032313411090_Gizi_2026.pdf
Restricted to Registered users only
Download (401kB)
Abstract
SALWA. Gambaran Praktik Pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) Pada
Balita Usia 6-23 Bulan Di Kota Pekanbaru (Analisis Data Perencanaan Program Gizi 2025). Dibimbing oleh Yolahumaroh, SKM, MPH dan Dr. Lidya Novita, S.Si, M.Si
Pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang tepat sangat penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan balita usia 6–23 bulan. Praktik pemberian MP-ASI yang tidak sesuai, terutama pemberian MP-ASI dini sebelum usia 6 bulan, dapat meningkatkan risiko masalah gizi pada balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran praktik pemberian MPASI pada balita usia 6–23 bulan di Kota Pekanbaru. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan data sekunder dari Survei Perencanaan Program Gizi (PPG) tahun 2025. Sampel penelitian sebanyak 105 ibu yang memiliki balita usia 6–23 bulan. Analisis data dilakukan secara univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar balita (79,05%) mulai diberikan MPASI pada usia ≥6 bulan, sedangkan (20,95%) balita diberikan MPASI usia <6 bulan. Alasan utama pemberian MPASI dini adalah kurangnya pengetahuan ibu (25,96%), ASI tidak keluar (23,81%), ibu bekerja (18,27%), agar bayi tidak rewel (18,27%), dan ajaran nenek moyang (14,29%). Jenis MPASI yang paling banyak diberikan sebelum usia 6 bulan adalah susu formula (48,08%), nasi dihaluskan (25,96%), bubur tepung atau bubur saring (17,14%), pisang dihaluskan (6,73%), dan air putih (2,88%). Status gizi balita berdasarkan indikator BB/U sebagian besar berada pada kategori normal (80%), namun masih ditemukan balita dengan status gizi kurang (13,33%), gizi buruk (2,86%), dan gizi lebih (3,81%). penelitian ini menunjukkan bahwa praktik pemberian MPASI di Kota Pekanbaru sebagian besar sudah sesuai anjuran, namun masih ditemukan pemberian MPASI dini yang dipengaruhi oleh faktor pengetahuan ibu, pekerjaan, dan budaya keluarga. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan edukasi mengenai ASI eksklusif dan pemberian MPASI yang tepat.
Kata kunci : MPASI, Balita, Status Gizi, Kota Pekanbaru
| Dosen Pembimbing: | Yolahumaroh, SKM, MPH, 198512192014072001 and Dr. Lidya Novita, S.Si, M.Si, 198603302010122003 and Falinda Oktariani, M.Pd, 199210232022032001 |
|---|---|
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
| Uncontrolled Keywords: | MPASI, Balita, Status Gizi, Kota Pekanbaru |
| Subjects: | R Medicine > RJ Pediatrics R Medicine > RJ Pediatrics > RJ101 Child Health. Child health services |
| Divisions: | D3 Gizi |
| Depositing User: | Gizi Prodi D3 Gizi pkr |
| Date Deposited: | 03 Sep 2026 08:42 |
| Last Modified: | 03 Sep 2026 08:42 |
| URI: | https://repository.pkr.ac.id/id/eprint/6848 |
