NURASRIZA BADRIAH EHPA, P031813411063 (2021) Pemanfaatan Tepung Daun Kelor (Moringa Oleifera L.) Terhadap Tingkat Kesukaan Kue Bangkit Sagu. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Riau.
Text
Cover.pdf Download (56kB) |
|
Text
Lembar Pengesahan.pdf Download (961kB) |
|
Text
Abstrak.pdf Download (68kB) |
|
Text
Kata Pengantar.pdf Download (157kB) |
|
Text
Daftar Isi.pdf Download (55kB) |
|
Text
Bab I Pendahuluan.pdf Restricted to Registered users only Download (123kB) | Request a copy |
|
Text
Bab II Tinjauan Teori.pdf Restricted to Registered users only Download (161kB) | Request a copy |
|
Text
Bab III Metode Penelitian.pdf Restricted to Registered users only Download (65kB) | Request a copy |
|
Text
Bab IV Hasil dan Pembahasan.pdf Restricted to Registered users only Download (193kB) | Request a copy |
|
Text
Bab V Penutup.pdf Restricted to Registered users only Download (43kB) | Request a copy |
|
Text
Daftar Pustaka.pdf Download (181kB) |
|
Text
Lampiran.pdf Download (387kB) |
Abstract
Kue bangkit merupakan salah satu makanan tradisional yang ada di Provinsi Riau, Pengolahan pangan berbasis bahan baku lokal mulai digiatkan akhir-akhir ini. Salah satunya adalah dengan pemanfaatan sagu sebagai bahan pangan dikarenakan Riau termasuk penghasil sagu terbesar di Indonesia. Namun sagu memiliki rendah mineral salah satunya adalah kalsium yaitu 11 mg dalam 100 gram tepung sagu, oleh karena itu perlu adanya alternatif seperti penambahan daun kelor. Dengan adanya penambahan daun kelor, maka kalsium dari kue bangkit akan bertambah karena diketahui dalam 100 g tepung daun kelor mengandung 2003 mg kalsium. Kalsium berperan sentral yang berada di dalam tulang dan gigi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kesukaan kue bangkit dengan penambahan tepung daun kelor menggunakan uji organoleptik. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan formulasi kontrol dan penambahan tepung kelor sebanyak 2%, 4%, dan 6%. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Pangan Poltekkes Kemenkes Riau. Analisa uji organoleptik dilakukan oleh panelis agak terlatih sebanyak 25 panelis. Kemudian dilanjutkan dengan uji One Way Anova terhadap sifat organoleptik kue bangkit sagu dengan tingkat kepercayaan 0,05 dan apabila terdapat perbedaan nyata dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menyatakan ada pengaruh penambahan tepung daun kelor terhadap tingkat kesukaan dalam aspek rasa, warna, aroma, dan tekstur kue bangkit sagu. Berdasarkan aspek tersebut, kue bangkit sagu yang disukai panelis yaitu pada perlakuan F1 (kontrol), sedangkan formula penambahan tepung kelor yang paling disukai adalah perlakuan F2 (tepung kelor 2%). Untuk menghilangkan bau langu pada kue bangkit dengan penambahan tepung daun kelor, dapat menambahkan sari dari daun pandan pada adonan kue bangkit
Item Type: | Thesis (Diploma) |
---|---|
Uncontrolled Keywords: | kue bangkit, tepung sagu, daun kelor, uji organoleptik |
Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
Depositing User: | Mahasiswa Gizi Polkemri |
Date Deposited: | 31 Aug 2021 03:32 |
Last Modified: | 31 Aug 2021 03:32 |
URI: | http://repository.pkr.ac.id/id/eprint/1953 |
Actions (login required)
View Item |