HUBUNGAN KEBERAGAMAN MAKANAN TERHADAP STATUS GIZI (TB/U) PADA BALITA USIA 24-59 BULAN DI WILAYAH KOTA PEKANBARU

HUBUNGAN KEBERAGAMAN MAKANAN TERHADAP STATUS GIZI (TB/U) PADA BALITA USIA 24-59 BULAN DI WILAYAH KOTA PEKANBARU

Annisa Salsabila, P032313411101 (2026) HUBUNGAN KEBERAGAMAN MAKANAN TERHADAP STATUS GIZI (TB/U) PADA BALITA USIA 24-59 BULAN DI WILAYAH KOTA PEKANBARU. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Riau.

Text
Cover_Annisa Salsabila_P032313411101_2026.pdf

Download (541kB)
Text
Abstrak_Annisa Salsabila_P032313411101_D3 Gizi_2026.pdf

Download (94kB)
Text
BAB 1_Annisa Salsabila_P032313411101_D3 Gizi_2026.pdf
Restricted to Registered users only

Download (113kB)
Text
BAB II_Annisa Salsabila_P032313411101_D3 Gizi_2026.pdf
Restricted to Registered users only

Download (47kB)
Text
BAB III_Annisa Salsabila_P032313411101_D3 Gizi_2026.pdf
Restricted to Registered users only

Download (92kB)
Text
BAB IV_Annisa Salsabila_P032313411101_D3 Gizi_2026.pdf
Restricted to Registered users only

Download (101kB)
Text
BAB V_Annisa Salsabila_P032313411101_D3 Gizi_2026.pdf
Restricted to Registered users only

Download (156kB)
Text
Daftar Pustaka_Annisa Salsabila_P032313411101_D3 Gizi_2026.pdf

Download (157kB)
Text
Lampiran_Annisa Salsabila_P032313411101_D3 Gizi_2026.pdf
Restricted to Registered users only

Download (375kB)
Official URL: http://repository.pkr.ac.id/

Abstract

Stunting pada balita masih menjadi masalah gizi kronis yang perlu mendapat perhatian, salah satunya dipengaruhi oleh rendahnya keberagaman makanan yang dikonsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan
keberagaman makanan terhadap status gizi berdasarkan indikator Tinggi Badan menurut Umur (TB/U) pada balita usia 24-59 bulan di Kota Pekanbaru. Penelitian menggunakan desain deskriptif dengan analisis data sekunder Survei Gizi dan Kesehatan Balita tahun 2025, melibatkan 224 balita dari 18 Puskesmas dengan teknik purposive sampling. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil menunjukkan bahwa 78,1% balita memiliki
status gizi normal dan 21,9% mengalami status gizi pendek (stunting), sedangkan 78,6% balita mengonsumsi makanan yang beragam. Terdapat hubungan yang signifikan antara keberagaman makanan dengan status gizi balita (p = 0,000), di mana seluruh balita (100%) dengan konsumsi makanan tidak beragam berstatus gizi ppendek, sedangkan balita dengan konsumsi makanan beragam sebagian besarn(99,4%) berstatus gizi normal. Hasil ini menunjukkan bahwa semakin beragam makanan yang dikonsumsi balita, semakin rendah risiko stunting. Penelitian menyimpulkan bahwa keberagaman makanan berperan penting dalam mendukung pertumbuhan linear balita, sehingga edukasi gizi mengenai pola makan beragam, khususnya sumber protein hewani, perlu ditingkatkan melalui posyandu dan puskesmas guna mencegah stunting.

Kata Kunci: Balita, Keberagaman Makanan, Status Gizi, Stunting.

Dosen Pembimbing: Yesii Marlina, S. Gz, M.P.H. Dietisien, 198603212008122002 and Falinda Oktariani,M.Pd, 199210232022032001 and Alkausyari Aziz, SKM, M.Kes, 197107252000031001
Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci: Balita, Keberagaman Makanan, Status Gizi, Stunting.
Subjects: A General Works > AS Academies and learned societies (General)
Divisions: D3 Gizi
Depositing User: Gizi Prodi D3 Gizi pkr
Date Deposited: 22 Sep 2026 13:57
Last Modified: 22 Sep 2026 13:57
URI: https://repository.pkr.ac.id/id/eprint/7208

Actions (login required)

View Item
View Item