Gambaran Asupan Gizi dan Kebugaran Jasmani (VO2 Max) Atlet Pencak Silat HIMSSI Kota Pekanbaru
MIFTAH FATHI EL GHINA, P031813411019 (2021) Gambaran Asupan Gizi dan Kebugaran Jasmani (VO2 Max) Atlet Pencak Silat HIMSSI Kota Pekanbaru. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Riau.
COVER.pdf
Download (55kB)
ABSTRAK.pdf
Download (132kB)
HALAMAN PENGESAHAN.pdf
Download (115kB)
KATA PENGANTAR.pdf
Download (110kB)
DAFTAR ISI.pdf
Download (83kB)
BAB I PENDAHULUAN.pdf
Restricted to Registered users only
Download (170kB)
BAB II TINJAUAN TEORI.pdf
Restricted to Registered users only
Download (226kB)
BAB III KERANGKA KONSEP DAN DEFINISI OPERASIONAL.pdf
Restricted to Registered users only
Download (117kB)
BAB IV METODE PENELITIAN.pdf
Restricted to Registered users only
Download (113kB)
BAB V HASIL & PEMBAHASAN.pdf
Restricted to Registered users only
Download (83kB)
BAB VI KESIMPULAN & SARAN.pdf
Restricted to Registered users only
Download (46kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (177kB)
LAMPIRAN.pdf
Download (688kB)
Abstract
Salah satu faktor yang mempengaruhi kebugaran jasmani (VO2 max) yaitu asupan gizi yang sesuai dengan kebutuhan atlet. Asupan gizi yang optimal dapat meningkatkan kebugaran jasmani (VO2 max) seseorang, sehingga semakin besar kemampuan fisik dan produktifitas kerjanya, serta sangat berpengaruh terhadap prestasi atlet. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh atlet pencak silat HIMSSI kota Pekanbaru yang berusia 16-19 tahun. Sampel penelitian ini sebanyak 24 orang yang diperoleh melalui teknik total sampling. Pengumpulan data diperoleh dengan wawancara menggunakan kuesioner food recall 24 jam untuk mendapatkan data asupan gizi. Data VO2 Max pada penelitian ini diperoleh dengan cara berlari bolak balik sejauh 20 meter mengikuti irama bunyi “bleep” tes ini disebut dengan Multistage Fitness Test (MST) atau Bleep test.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar atlet memiliki asupan energi dengan kategori kurang yaitu sebanyak 21 orang (87,5%), atlet dengan asupan protein kategori kurang yaitu sebanyak 14 orang (58,3%), atlet dengan asupan lemak kategori kurang yaitu sebanyak 14 orang (58,3%) dan atlet dengan asupan karbohidrat kategori kurang yaitu sebanyak 23 orang (95,8%). Kapasitas VO2 Max altlet sebagian besar berada dalam kategori sangat kurang yaitu sebanyak 9 orang (37,5%). Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan maka perlu dilakukan pendidikan gizi kepada atlet dan orang tua terkait dengan pentingnya pemenuhan kebutuhan gizi harian atlet dan juga diharapkan kepada pelatih agar melakukan latihan-latihan yang terprogram untuk meningkatkan kualitas fisik atlet serta mendukung tercapainya prestasi atlet.
| Dosen Pembimbing: | UNSPECIFIED |
|---|---|
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
| Uncontrolled Keywords: | Pencak Silat, Asupan Gizi, Kebugaran Jasmani (Vo2 Max) |
| Subjects: | R Medicine > RJ Pediatrics |
| Depositing User: | Mahasiswa Gizi Polkesri |
| Date Deposited: | 23 Aug 2021 02:56 |
| Last Modified: | 23 Aug 2021 02:56 |
| URI: | https://repository.pkr.ac.id/id/eprint/1888 |
