PENATALAKSANAAN PROSES ASUHAN GIZI PADA PASIEN DYSPNEA BRONKOPNEUMONIA SUSP TUBERKULOSIS PARU PADA ANAK BALITA DI RSUD RADEN MATTAHER JAMBI
MEYLINA INDAH YAFI, P032213411022 (2025) PENATALAKSANAAN PROSES ASUHAN GIZI PADA PASIEN DYSPNEA BRONKOPNEUMONIA SUSP TUBERKULOSIS PARU PADA ANAK BALITA DI RSUD RADEN MATTAHER JAMBI. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Riau.
Cover_Meylina Indah Yafi_P032213411022_D3_Gizi_2025.pdf
Download (2MB)
ABSTRAK_Meylina Indah Yafi_P032213411022_D3 Gizi_2025 .pdf
Download (148kB)
BAB I_Meylina Indah Yafi_P032213411022_D3 Gizi_2025.pdf
Restricted to Registered users only
Download (191kB)
BAB II_Meylina Indah Yafi_P032213411022_D3 Gizi_2025 .pdf
Restricted to Registered users only
Download (350kB)
BAB III_Meylina Indah Yafi_P032213411022_D3 Gizi_2025 .pdf
Restricted to Registered users only
Download (184kB)
BAB IV_Meylina Indah Yafi_P032213411022_D3 Gizi_2025.pdf
Restricted to Registered users only
Download (315kB)
BAB V_Meylina Indah Yafi_P032213411022_D3 Gizi_2025 .pdf
Restricted to Registered users only
Download (118kB)
Daftar Pustaka_Meylina Indah Yafi_P032213411022_D3 Gizi_2025 .pdf
Download (106kB)
Lampiran_Meylina Indah Yafi_P032213411022_D3 Gizi_2025 .pdf
Download (1MB)
Abstract
Bronkopneumonia dan tuberkulosis paru merupakan infeksi saluran pernapasan bawah yang sering menyerang anak balita dan dapat menyebabkan peningkatan kebutuhan gizi serta penurunan asupan akibat gejala klinis seperti sesak napas, batuk, dan muntah. Asupan makan yang tidak adekuat berdampak pada status gizi dan proses penyembuhan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses asuhan gizi pada anak balita dengan dyspnea bronkopneumonia suspek tuberkulosis paru di RSUD Raden Mattaher Jambi. Penelitian dilakukan secara deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Proses asuhan gizi meliputi pengkajian, diagnosis, intervensi, serta monitoring dan evaluasi selama tiga hari. Hasil asesmen menunjukkan pasien dengan status gizi normal (IMT/U) namun asupan makan sangat rendah (energi 37%, protein 59%, lemak 28%, karbohidrat 40%). Diagnosis gizi yang ditegakkan adalah NI 2.1 (asupan oral tidak adekuat) dan NB 1.1 (kurangnya pengetahuan gizi). Intervensi gizi dilakukan melalui pemberian diet gizi seimbang dan edukasi gizi kepada orang tua. Monitoring menunjukkan peningkatan asupan gizi dan berat badan pasien (dari 12,6 kg menjadi 13,15 kg), serta perbaikan kondisi klinis. Evaluasi edukasi menunjukkan ibu pasien memahami materi dan bersedia menerapkannya di rumah. Penerapan proses asuhan gizi yang tepat dan edukasi gizi yang efektif dapat meningkatkan asupan makan, memperbaiki kondisi klinis, dan mempercepat pemulihan anak balita dengan infeksi saluran pernapasan berat.
| Dosen Pembimbing: | UNSPECIFIED |
|---|---|
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
| Uncontrolled Keywords: | Asuhan Gizi, Bronkopneumonia Sups Tuberkulosis Paru, Anak Balita |
| Subjects: | R Medicine > RZ Other systems of medicine |
| Depositing User: | Gizi 2025 PKR |
| Date Deposited: | 14 Aug 2025 03:56 |
| Last Modified: | 14 Aug 2025 03:56 |
| URI: | https://repository.pkr.ac.id/id/eprint/5617 |
