STRATEGI PENERAPAN TEKNIK NAFAS DALAM SEBAGAI UPAYA MENGATASI PANDANGAN TAJAM PADA PASIEN RISIKO PERILAKU KEKERASAN DI RUMAH SAKIT JIWA TAMPAN PROVINSI RIAU
MANISHA LUTHFIA PRISTIE, P032214402204 (2025) STRATEGI PENERAPAN TEKNIK NAFAS DALAM SEBAGAI UPAYA MENGATASI PANDANGAN TAJAM PADA PASIEN RISIKO PERILAKU KEKERASAN DI RUMAH SAKIT JIWA TAMPAN PROVINSI RIAU. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Riau.
Cover_Manisha Luthfia Pristie_P032214401104_Keperawatan_2025.pdf
Download (822kB)
Bab I_Manisha Luthfia Pristie_P032214401104_Keperawatan_2025.pdf
Restricted to Registered users only
Download (282kB)
Bab II_Manisha Luthfia Pristie_P032214401104_Keperawatan_2025.pdf
Restricted to Registered users only
Download (947kB)
Bab III_Manisha Luthfia Pristie_P032214401104_Keperawatan_2025.pdf
Restricted to Registered users only
Download (359kB)
Bab IV_Manisha Luthfia Pristie_P032214401104_Keperawatan_2025.pdf
Restricted to Registered users only
Download (509kB)
Bab V_Manisha Luthfia Pristie_P032214401104_Keperawatan_2025.pdf
Restricted to Registered users only
Download (331kB)
Daftar Pustaka_Manisha Luthfia Pristie_P032214401104_Keperawatan_2025.pdf
Download (345kB)
Lampiran_Manisha Luthfia Pristie_P032214401104_Keperawatan_2025.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
Abstract
Risiko perilaku kekerasan merupakan bentuk gangguan jiwa dengan respon marah yang diekspresikan dengan melakukan tindakan ancaman, melukai diri sendiri maupun orang lain. Penerapan teknik nafas dalam dinilai efektif untuk mengontrol tanda dan gejala terkhususnya pandangan tajam pada risiko perilaku kekerasan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh teknik nafas dalam sebagai strategi mengatasi pandangan tajam pada pasien Risiko Perilaku Kekerasan. Desain penelitian ini adalah studi kasus dengan pendekatan deskriptif. yang terdiri dari dua subjek yang memenuhi kriteria inklusi. Terapi dilakukan selama lima hari dengan satu hari pengkajian dan empat hari implementasi. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi tanda dan gejala risiko perilaku kekerasan. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan tanda dan gejala pada subjek I dan II antara sebelum dan sesudah dilakukan penerapan teknik nafas dalam. Subjek I membutuhkan waktu selama 4 hari untuk mengurangi tanda dan gejala yang ada pada dirinya,terkhususnya pandangan tajamnya mulai normal di hari keempat. subjek II membutuhkan waktu 3 hari untuk mengurangi tanda dan gejala terkhususnya pada pandangan tajam yang sulit di kontrol menjadi normal kembali. Kesimpulannya, teknik nafas dalam efektif sebagai intervensi non-farmakologis dalam keperawatan jiwa untuk mengontrol tanda dan gejala terkhususnya pandangan tajam pada risiko perilaku kekerasan. Saran: institusi pendidikan diharapkan mengembangkan metode ini dalam pembelajaran keperawatan.
Kata Kunci: Gangguan jiwa, intervensi non-farmakologis, pandangan tajam, Risiko perilaku kekerasan, Teknik nafas dalam
| Dosen Pembimbing: | UNSPECIFIED |
|---|---|
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
| Subjects: | L Education > LB Theory and practice of education > LB1501 Primary Education |
| Depositing User: | perawat 2024 PKR |
| Date Deposited: | 08 Jul 2026 08:52 |
| Last Modified: | 08 Jul 2026 08:52 |
| URI: | https://repository.pkr.ac.id/id/eprint/6033 |
