PERBEDAAN BERAT BADAN BALITA SEBELUM DAN SESUDAH PEMBERIAN PMT LOKAL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PERANAP TAHUN 2025
ALIFFA MIFTAH ANDINI, P032313411005 (2026) PERBEDAAN BERAT BADAN BALITA SEBELUM DAN SESUDAH PEMBERIAN PMT LOKAL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PERANAP TAHUN 2025. Diploma thesis, Poltekkes kemenkes riau.
1. Cover_Aliffa Miftah Andini_P032313411005_2026.pdf
Download (483kB)
Abstrak _Aliffa Miftah Andini_P032313411005_2026.pdf
Download (110kB)
bab 1.pdf
Restricted to Registered users only
Download (159kB)
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only
Download (131kB)
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only
Download (113kB)
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Download (159kB)
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
Download (189kB)
BAB VI.pdf
Restricted to Registered users only
Download (109kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (173kB)
lampiran.pdf
Restricted to Registered users only
Download (838kB)
Abstract
Aliffa Miftah Andini, Perbedaan Berat Badan Balita Sebelum Dan Sesudah Pemberian PMT Lokal Di Wilayah Kerja Puskesmas Peranap Tahun 2025. Dibimbing oleh Dewi Rahayu, SP, M.Si dan Roziana, SST, M.Gizi
Gizi kurang pada balita masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia. Salah satu intervensi yang dilakukan pemerintah adalah program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal untuk meningkatkan status gizi balita gizi kurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan berat badan balita gizi kurang sebelum dan sesudah pemberian PMT lokal di wilayah kerja Puskesmas Peranap tahun 2025. Penelitian menggunakan desain deskriptif dan memanfaatkan data sekunder berupa rekapitulasi penimbangan berat badan balita. Sampel penelitian adalah 14 balita gizi kurang yang mendapatkan PMT lokal selama 8 minggu (56 hari) pada bulan September hingga Oktober 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar balita berjenis kelamin perempuan (64,3%), dan berusia ≥24 bulan (71,4%). Seluruh 14 balita (100%) mengalami kenaikan berat badan dengan rata-rata kenaikan sebesar 1,36 kg selama periode intervensi. Rata-rata berat badan awal 9,01 kg meningkat menjadi 10,38 kg pada minggu ke-8. Uji statistik Paired Samples T-Test menunjukkan perbedaan yang bermakna (t(13) = 7,168; p < 0,001). Program PMT lokal dilaksanakan selama 8 minggu dengan memanfaatkan bahan pangan lokal meliputi ikan, telur, ayam, tempe, tahu, kacang hijau, sayuran, dan buah-buahan yang diolah menjadi 10 menu bergizi bervariasi. Kesimpulannya, terdapat perbedaan berat badan yang bermakna secara statistik pada balita gizi kurang sebelum dan sesudah pemberian PMT lokal di wilayah kerja Puskesmas Peranap, dengan rata-rata kenaikan berat badan sebesar 1,36 kg (p < 0,001).
Kata kunci: balita gizi kurang, PMT lokal, berat badan, status gizi, pangan lokal
| Dosen Pembimbing: | Dewi Rahayu, SP , M.Si, 197906042009122002 and Roziana, SST, M.Gizi, 198008262008122003 and Dr.Lidya Novita, S.Si, M.Si, 198603302010122003 |
|---|---|
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
| Additional Information: | . |
| Uncontrolled Keywords: | . |
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine |
| Divisions: | D3 Gizi |
| Depositing User: | Mahasiswa Gizi Polkesri |
| Date Deposited: | 04 Sep 2026 14:55 |
| Last Modified: | 10 Sep 2026 13:48 |
| URI: | https://repository.pkr.ac.id/id/eprint/6905 |
